155.

Ruangan perpustakaan yang sangat tentram dari kebisingan, membuat Nakia sangat fokus membaca bukunya.

“Ki,” bisik Eca pelan karena takut mengganggu orang lain disekitarnya yang sedang fokus membaca.

Kia hanya menengok, pertanda menanyakan apa yang ingin sahabatnya sampaikan.

“Liat ke samping kanan lo,” bisik Eca lagi.

Kia menurut, menengok ke arah samping kanannya. Netranya menangkap sosok Evan yang sedang berdiri menghadap rak buku, dengan satu tangannya yang memegang beberapa buah buku.

Evan tertangkap basah ketika sedang memandangi Kia dari jauh, laki-laki itu langsung membuang mukanya ke arah lain.

Eca menahan tawanya ketika melihat Evan yang sedikit salah tingkah ketika Kia balik menatapnya.

“Apaan sih kamu, Ca.” Kia mengalihkan pandangannya lagi pada buku yang sedang dibacanya, sedikit kesal setelah melihat laki-laki itu.

“Tuh cowok dari kemarin-kemarin ngeliatin lo mulu anjir,” ujar Eca.

Kia mendengus kesal, tidak menanggapi perkataan Eca.

Saat Kia kembali fokus pada bukunya, Evan kembali menatap Kia dari jauh. Melihat objek yang dipandangnya sedang fokus membaca buku, laki-laki itu menciptakan lengkungan kecil di bibirnya, sehingga terlihat senyuman yang sangat tipis.