179.

Gama berlari kecil ketika sudah memarkirkan motornya di area kampus.

Ia langsung melihat Aletta yang sedang duduk di kursi yang ada di depan studio radio kampus ini.

“Dari tadi, ya?” tanya Gama.

Aletta menggeleng. Terlihat jelas bahwa raut wajah Aletta seperti sedang tidak memiliki suasa hati yang bagus(?)

Gama hendak membuka pintu studio, namun langkahnya terhenti ketika Aletta memanggilnya.

“Gama.”

“Kamu ngga kerja di cafenya Nandra lagi, ya?”

Laki-laki itu sangat terkejut bukan main ketika gadisnya mempertanyakan hal itu. Sejak kapan Aletta tahu? Padahal walaupun sebelumnya pernah hampir terciduk, tetapi Gama bisa membohongi Aletta bahwa ia hanya iseng membantu Nandra.

“Mau pindah di supermarket?”

Tak ada jawaban dari Gama, hanya ada sebuah tatapan terkejutnya.

“Susah banget ya, buat cerita sama aku?”

Gama mengalihkan pembicaraan, “masuk dulu, ya?”

Aletta menghembuskan napasnya berat sebelum ia melanjutkan ucapannya.

“Gama .…”

“Aku nyerah.”