217.

Kini Kia dan Aldo sudah berada di sebuah cafe, tempat di mana mereka pertama kali bertemu kembali.

Sudah hampir tiga puluh menit mereka berbincang-bincang dengan berbagai topik, dan kini Kia sedang tertawa karena lelucon yang Aldo katakan.

“Sumpah deh, Ki. Koleksi boneka punya adik gue tuh gemes-gemes banget. Jadi pengen gue cekek,” ujar Aldo.

Kia tertawa, “ya ngga dicekek juga kali.”

Disaat tawa mereka sedang merekah, tiba-tiba saja seorang laki-laki datang menghampiri mereka.

“Kia,”

Kia menengok ke arah yang memanggilnya. Laki-laki itu ternyata adalah Evan.

Tanpa basa-basi, Evan langsung menarik lengan Kia, hendak membawanya pergi.

Aldo tak tinggal diam, ia juga langsung menahan tangan kiri Kia, membuat masing-masing dari kedua tangan gadis itu sedang ditahan oleh Evan dan Aldo.

“Ga sopan banget lo tiba-tiba narik Kia,” ujar Aldo yang terlihat kesal dengan kedatangan Evan.

Kia mencoba melepaskan dua tangannya dari genggaman Evan dan Aldo, tetapi tidak berhasil.

“Lepasin,” ujar Evan dingin pada Aldo.

Karena Aldo tak menurut, Evan langsung menepis dengan kasar tangan Aldo yang menahan tangan kiri milik Kia.

Evan langsung membawa Kia pergi dari hadapan Aldo.

Tangan Kia masih dipegang kuat oleh Evan. Laki-laki itu berjalan membawa Kia dengan langkah yang cukup cepat.

“Epan, kamu kenapa tiba-tiba dateng terus langsung narik tangan aku sih? Aku lagi ngobrol sama Aldo,” protes Kia pada Evan yang tiba-tiba datang dan langsung menariknya.

Evan tak menjawab, ia membawa Kia masuk ke dalam mobil miliknya.