244.
ㅡ
“Woi,”
“Woi!”
“HEH, EPAN!”
Evan mengerjapkan matanya dari lamunannya. Ia terkejut ketika A Agra memukul meja yang kini sedang menjadi penopang tangannya.
“Calon pak dirut bukannya kerja, malah ngelamun,” ujar A Agra pada Evan.
“Ngelamunin naon sih?”
Evan menghembuskan napasnya, tak menjawab
A Agra melihat ke arah depan, ternyata ada Kia yang sedang mengobrol dengan staff.
Kini, Kia dan A Agra bekerja di perusahaan milik ayahnya Fajar dan Evan, sehingga setiap hari Evan dan Kia bisa bertemu.
“Oh, kamu lagi ngeliatin si Kia? Sambil ngebayangin apa hayoh, sampe senyum-senyum gitu?” tanya A Agra.
“Tau ah.”
Evan beranjak pergi meninggalkan A Agra dan segera menuju ruangannya.
A Agra hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya ketika melihat kelakuan sepupunya yang satu ini.
“Dasar bujang.”