257.

Setelah pesan terakhir yang dikirim oleh Jea lewat DM twitter milik Aletta, Gama tidak berniat untuk membalasnya lagi. Untuk apa jika itu bukan Aletta?

Kini Gama menyenderkan punggungnya pada headboard kasur miliknya.

Suasana kamar miliknya cukup gelap, padahal kini masih pukul tiga sore. Gama sengaja menutup Jendelanya rapat-rapat dan mematikan lampu kamarnya.

Laki-laki itu menaruh keningnya pada dua tangannya, seakan sedang pusing dengan keadaan.

Gama kembali membuka ponselnya, melihat-lihat kembali chat terdahulunya bersama Aletta.

Gama malah terheran sendiri, mengapa balasan chatnya pada Aletta secuek itu?

“Bisa-bisanya Aletta ngirim pap dia secantik ini tapi malah respon gue gini doang?” Celetuk Gama pada dirinya sendiri.