285.

Evan baru saja turun dari mobilnya, ia hendak masuk ke dalam rumahnya.

Pintu rumahnya langsung terbuka tanpa diketuk dan ternyata Fajar yang membuka pintu itu.

Evan ingin masuk, namun Fajar menghalanginya.

“Awas,” ujar Evan dingin.

Tiba-tiba saja, Fajar melayangkan satu pukulan tepat pada pipi Evan.

“ANJING! LO ANJING!”

Fajar mencengkeram kerah kemeja Evan, menghantam berkali-kali pipi milik adiknya itu sampai Evan terjatuh.

Mendengar ada suara pertengkaran, mamahnya keluar dari dalam rumahnya dan langsung memisahkan keduanya, menarik Fajar agar lebih menjauh dari Evan.

“Kalian kenapa lagi?!” ujar Mamahnya Evan dengan nada yang cukup tinggi.

Fajar tetap murka, ia hendak menghanjar Evan lagi namun dengan cepat mamahnya menjauhkannya.

“Udah bang, udah!”

“Kalian ada apa sampe pukul-pukulan gini?!”

Tak ada jawaban dari keduanya, bahkan Fajar kembali melontarkan ucapannya dengan nada yang membentak.

“GUE UDAH NGELEPAS KIA KARENA DIA SAYANG SAMA LO, KARENA BAHAGIANYA DIA ADA SAMA LO, TAPI LO MALAH BRENGSEK!”

Evan bangkit, ia mengelap bibirnya yang sudah berdarah dengan tangannya.

Namun, tiba-tiba saja dirinya tumbang. Mamahnya itu panik, namun Fajar sama sekali tidak peduli.