ㅡ
Karena Jea yang meninggalkannya dan ojek online yang tak kunjung ia dapatkan, Aletta terpaksa harus menggunakan kendaraan umum untuk menuju kampusnya. Gadis itu berdiri di sisi jalan, menunggu angkot yang menuju kampusnya datang.
Namun, sudah hampir sembilan menit tak ada satupun angkot yang lewat. Padahal jam sudah menujukkan pukul sembilan lebih dua menit, yang artinya sekitar lima belas menit lagi waktu kelasnya akan dimulai.
Sepertinya Semesta sedang berpihak padanya. Saat Aletta menengok ke samping kanannya, ia mendapati seorang laki-laki dengan motor besarnya yang diparkirkan di pinggir papan yang bertulis Ojek Di Sini.
Aletta segera menghampiri laki-laki itu dan langsung menaiki motornya.
Laki-laki itu pun terkejut karena gadis asing yang tiba-tiba menaiki motornya tanpa ada izin sekalipun.
“Eh, ini—“
Ucapan laki-laki itu terpotong oleh Aletta, “Bang, tolong anterin ke kampus saya. Agak ngebutin, ya.” Aletta yang terburu-buru hingga refleks menepuk-nepuk pundak laki-laki itu.
“Gue bukan ojek.”