”Love you more, Alena”

Langit malam yang dihiasi bintang-bintang menemani Raka dan Alena yang sedang meminum coklat panas di teras rumah Alena.

“Raka” Ujar Alena,

“Hm?” Raka hanya bergumam sebagai jawabannya.

“Sini liat aku dulu”

Raka mendongakkan kepalanya.

Posisi mereka yang duduk di ayunan dan tangan Raka yang merangkul ke pundak Alena.

“I love you“

Raka hanya tersenyum, kemudian kembali meneguk coklat panasnya.

“Ih, gak love you too?

Love you more, Alena”

Alena tersenyum lebar, “Ah masa?”

“Ada maunya nih pasti” Jawab Raka.

“Mainin gitar dong, udah lama kamu gak nyanyiin aku sambil main gitar” Ucap Alena.

“Tumben banget”

“Takut gak bisa denger kamu nyanyi sambil main gitar lagi.”

“Heh, ngomongnya!” Ucap Raka dengan nada sedikit menekan.

Alena tertawa kecil, “Ka, kamu sayang kan sama aku?”

“Cinta juga kan?”

“Aneh” Jawab Raka.

“Oh, ngga ya?” Tanya Alena lagi.

“Tanpa kamu nanya gitu pun pasti udah tau lah jawabannya.”

Tidak ada jawaban lagi dari Alena.

Sampai dua menit berlalu, Alena pun mengeluarkan suara lagi.

“Ka, Jangan tinggalin aku ya” Ujar Alena.

“Kamu kenapa sih? Ya enggak lah” Jawab Raka.

“Tapi kalo aku yang ninggalin kamu, maaf ya?”

Raka merubah posisi duduknya menjadi menghadap Alena, “Alena, kamu kenapa sih?”

“Gapapa, takut aja suatu saat nanti aku ninggalin kamu”

Raka meraih pundak Alena, menyenderkan kepala Alena ke dadanya, “Aku sayang kamu len, begitu pun kamu sayang aku, Jadi kita sama-sama berusaha buat selalu bareng-bareng kan?”

Alena memeluk Raka, “Iya”

Alena menguatkan pelukannya, “Raka, makasih ya?”